Senin, 07 Maret 2016

Arti teman / sahabat sejati dalam islam


Arti Teman Sejati Dalam Islam

Arti Teman Sejati Dalam Islam, bacaislam.com

Suatu cerita ada seseorang yang berniat memutuskan tali pertemanan  lantaran teman tersebut telah banyak merugikan dirinya dan orang lain. Mulai dari penipuan kepada temannya sendiri sampai melakukan hal-hal yang sangat dilarang oleh agama. Hal seperti ini bagi kebanyakan orang menganggap hal yang wajar terjadi dan mungkin memang harusnya seperti itulah yang dilakukan.

Namun niat orang tersebut berubah setelah mendengar nasihat dari seorang guru yang mengatakan. "Mungkin saat ini temanmu lagi nyemplung ke jurang, tapi bukan berarti dia mati, didalam sana dia masih hidup, jika kamu tak sanggup untuk menyelamatkannya, maka selemah-lemahnya usaha adalah do'a, tapi yang terpenting jangan pernah kamu meninggalkan temanmu".

Dari sepenggal cerita tersebut boleh jadi teman yang saat ini menurut kita baik, suatu saat akan mengalami kekhilafan, dan tugas kita adalah menyelamatkannya dan menggandengnya melewati jalan yang diridhoi-Nya.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Maukah aku tunjukkan pada kalian tentang sesuatu yang derajatnya lebih utama daripada sholat, puasa, sedekah?”
Para sahabat: ‘Mau, wahai Rasulullah!’
Beliau saw: “perbaiki pergaulan, karena rusaknya hubungan baik berarti mencukur, aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur AGAMA” 
(HR At-Tirmidzi)

Seorang ulama  mengatakan :

  1. Seorang sahabat adalah orang yang tidak ingin dirimu menderita, akan terus memberimu semangat ketika engkau sedang terpuruk. 
  2. Tidak ikut mencaci ketika orang lain mencacimu

Lalu bagaimana kriteria sahabat yang baik?
Lukman alhakim menasihati anaknya:

  1. Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
  2. Perumpamaan teman yg baik seperti “pohon” jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungimu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan.
  3. Jika ia tak bermanfaat untuk mu ia juga tak akan membahayakan-mu.

Mencari teman yang baik itu juga jauh lebih penting, tujuannya agar kita dapat mengikuti kebaikan teman kita.

Menurut Imam al-Ghazali ada dua belas kriteria sahabat :

  1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
  2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
  3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
  4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
  5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
  6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
  7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
  8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
  9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
  10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
  11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
  12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

Senin, 22 Februari 2016

Hallo guysss... nama saya Ratna anjali saya bersekolah di SMK pancakarya tangerang di deket universitas muhammadiyah tangerang (UMT) kelas X administrasi perkantoran 1 , saya lulusan SMP korpri tangerang mungkin kalian agak asing mendengar nama smp saya ,ya pasti kalian tau kan smp pgri 1 ,di dekat situlah alamat smp saya walaupun kurang terkenal tapi saya senang bersekolah di sana ,dengan guru-guru yang berkualitas dan sangat baik ... nihh sekarang saya ingin memeperkenalkan saudara  saya ,, saya memiliki 2 bersaudara kaka dan adik kaka saya bernama Tia ravena sedangkan adik saya bernama Resya al-varo kami tinggal bersama ortu kami yg beralamat di kp.kelapa cikokol.. sekian ya blog dari saya wassalam .......



Sabtu, 13 Februari 2016


Pengertian Korespondensi 

Korespondensi adalah penyampaian maksud melalui surat dari satu pihak kepada pihak lain dapat atas nama jabatan dalam suatu perusahaan/organisasi dan dapat atas nama perseorangan (individu). Kegiatan saling berkirim surat oleh perseorangan atau oleh organisasi disebut surat menyurat atau korespondensi. Pihak yang terlibat disebut koresponden.

2.    Pengertian Surat
Surat adalah alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain, yang memiliki persyaratan khusus yaitu penggunaan kode 2 notasi (lampiran dan perihal), penggunaan kertas, penggunaan model dan bentuk, pemakaian bahasa yang khas serta pencantuman tanda tangan.

3.    Fungsi Surat:

1.
    Surat sebagai penyampai pesan.
    2.    Surat sebagai wakil.
    3.    Surat sebagai bukti tertulis.
    4.    Surat sebagai pedoman/dasar bertindak.
    5.    Alat untuk mengingat.
    6.    Dokumen historis dari suatu kegiatan.
    7.    Keterangan keamanan.

4.    Ciri-ciri Surat:

1.
    Surat adalah pesan tertulis.
    2.    Isi pesan dalam surat merupakan informasi/persuasi.
    3.    Surat memiliki bagian-bagian yang standar.
    4.    Surat memiliki bentuk yang standar.
    5.    Surat memiliki satu pesan inti.
    6.    Gaya bahasa surat bisa formal ataupun informal.
5. Pembagian Surat:

1. Penggolongan surat menurut isinya
a. Surat dinas pemerintahan
Surat yang dibuat oleh badan pemerintah yang isinya berkaitan dengan pesan kedinasan. Contohnya Surat Keputusan, nota dinas, surat perintah dll.

b. Surat bisnis
Surat yang dibuat oleh organisasi yang mencari keuntungan dengan kegiatan transaksi bisnis. Contoh surat pesanan, surat tagihan, surat lamaran kerja, surat gugatan, dsb.
c. Surat sosial
Surat sosial adalah surat yang lahir dalam aktivitas bisnis maupun kedinasan yang isinya TIDAK BERKAITAN LANGSUNG dengan urusan bisnis. Surat sosial berfungsi membangun citra nama baik antar sesama partner. Contohnya Surat ucapan terima kasih, surat ucapan duka cita, surat undangan, surat dsb.
d. Surat legal
Surat legal adalah surat-surat yang memiliki kekuatan hukum. Surat ini bisa berkaitan dengan kegiatan bisnis, dinas, maupun pribadi. Contohnya s. perjanjian, s. kuasa, s. wasiat, s. tugas, dan berita acara.
e. Surat pribadi
Surat pribadi adalah surat yang ditulis oleh seseorang kepada orang lain yang isinya berupa pesan pribadi dan bukan untuk kepentingan organisasi atau urusan resmi

2. Penggolongan surat menurut tujuan
secara garis besar surat dibagi menjadi 2 jenis tujuan yaitu s. informatif dan s. persuasif.

3. Penggolongan surat menurut wujudnya
Dalam wujudnya kita mengenal s. bersampul, kartu pos, warkat, telegram, e-mail, dsb.

4. Penggolongan surat menurut besarnya audien (orang yang dituju)
a. Satu orang
Contohnya S. Panggilan Kerja, S. Tagihan, S. Peringatan
b. Sekelompok orang
Contohnya S. Edaran, memo
c. Banyak orang
Contohnya S. Pengumuman, S. Semberitahuan,

5. Penggolongan surat menurut urgensi penyelesaian
Menurut urgensinya, surat bisa dibagi menjadi
a. Sangat penting (harus segera ditindaklanjuti)
b. Penting (perlu ditindaklanjuti)
c. Biasa

6. Penggolongan surat menurut kerahasiannya
Menurut kerahasiannya, surat bisa digolongkan menjadi
a. sangat rahasia (hanya orang yang dituju yang boleh mengetahui adanya surat)
b. Rahasia (hanya orang yang dituju yang boleh mengetahui isi suratt)
c. Konfidensial (hanya kalangan tertentu yang boleh melihat isi surat
d. Surat biasa